Google+ Followers

Kamis, 19 September 2013

Woodcut Process , Seni Grafis, Proses Pembuatan Karya Seni Grafis, Cukil Kayu , Reduksi


Hai para pegrafis ..salam cetak!

Berikut ini saya akan berbagi pengetahuan tentang proses atau cara mencetak karya grafis berupa cukil kayu. Ini adalah teknik saya pribadi yang biasanya saya lakukan. Semoga bisa jadi referensi tambahan buat temen2. 

Saya adalah pegrafis yang pada tahun 2013 ini masih menjadi mahasiswa Institut Seni Indonesia Yogyakarta, Fakultas Senirupa, Jurusan Seni Murni, Grafis. Karna diartikel sebelumnya sudah saya jelaskan pengertian seni grafis, sekarang cara pengerjaannya. Sebelumnya saya jelaskan alat dan bahan yang biasa saya gunakan.

 Alat:
1.      Pisau Cukil
Pisau cukil adalah alat untuk menghasilkan cukilan pada karya, biasanya alat ini digoreskan pada kayu/ hardbard. Penulis menggunakan jenis alat cukil U besar, V dan yang pipih.
2.      Roll Karet
Roll Karet berfungsi untuk memindahkan tinta ke permukaan kayu/ hardboard pada proses pencetakan
3.      Skrap/ palet besar
Skrap disini digunakan untuk mengambil tinta pada kaleng. Biasanya menggunakan scrub bangunan berukuran lebar 4cm.
4.      Kaca/ Keramik
Kaca berfungsi sebagai tempat mencampur tinta sebelum dipindahkan ke papan hardboard.
5.      Sikat
Yang digunakan adalah sikat cucian yang berfungsi untuk membersihkan sisa serabut hardboard yang masih menempel setelah dicukil.
6.      Pensil dan Spidol
Spidol berfunsi untuk membuat sketsa dan pensil untuk menulis judul serta edisi pada karya hasil cetakan.
7.      Kertas Koran dan  Kain Lap
Kertas koran berfungsi untuk membersihkan tinta pada roll,kain lap juga berfungsi untuk membersihkan tinta.




B.       Bahan:
1.      Hardboard / Mdf
Hardboard adalah partikel sebagai media klise cetakan, hardboard adalah pengganti kayu bersifat lunak namun jika terkena air mudah hancur.
2.      Tinta cetak offset warna
Tinta offset berfungsi untuk pewarnaan pada proses pencetakan. Tinta offset yang digunakan adalah basis minyak dengan merk Cemani Toka Emblem procces karena menghasilkan cetakan yang lebih mengkilat (glossy).
3.      Kertas
Kertas yang digunakan adalah hawai/ bufallo/ BC indah/ hammer.
4.      Bensin
Bensin berfungsi untuk membersihkan tinta pada hardboard dan scrub, karena tinta berbasis minyak.
 

Proses Pembuatan karya

  1.  Tahap pertama adalah pembuatan sketsa karya, yang mana penulis mengambil model dari referensi gambar potret wajah. Sketsa dibuat di kertas dan dipindahkan manual ke hardboard menggunakan skala perbesaran, jadi jika dalam sketsa hanya seukuran 20x 30cm, maka penulis memindahkan ke hardboard dengan mengukur dua kali ukuran sesungguhnya, yaitu setiap kotak yang mewakili 10cm menjadi 20cm, begitu seterusnya. 
  2. Setelah pemindahan sketsa ke dalam papan hardboard selesai lalu proses pencukilan pertama. Hardboard yang dicukil adalah yang akan menjadi warna cetakan pertama, misalnya warna putih.
  3. Setelah pencukilan selesai, proses berikutnya adalah persiapan warna kedua yang selanjutnya akan dicetak (misalkan warna kuning). Tinta offset dioleskan di kaca setelah itu diroll menggunakan alat roll karet sampai tinta tercampur rata dan permukaan terolesi tinta secara tipis, setelah bunyi berdecit maka tinta siap dipindahkan ke hardboard menggunakan roll tersebut, sampai semua permukaan merata. 
  4. Setelah proses pengerollan tinta pada hardbard selesai lalu hardboard dicap/ dicetak diatas kertas yang sudah disediakan. Disini penulis tidak pernah menggunakan kento (alat presisi karya dengan hardboard), penulis terkadang hanya menandai sudut karya dengan pensil saja. Karya di cetak dengan cara diinjak- injak pada permukaan hardboard menggunakan telapak kaki. 
  5. Setelah karya tercetak merata pada kertas, karya dilepas dan dijemur. Hardboard dibersihkan menggunakan kain yang dibasahi bensin. 
  6. Setelah itu permukaan hardboard yang sudah ada sketsanya tadi dicukil lagi untuk warna selanjutnya, lalu dicetak lagi pada permukaan karya sebelumnya dengan warna selanjutnya. Demikian seterusnya sampai terakhir warna hitam sebagai outline dan pengunci warna pada visual karya. 
  7. Finishing karya ini menggunakan figura kaca yang dalam packagingnya menggunakan past parto dan figura berwarna lebih cerah dengan tekstur semu pada kayunya. Hal ini bermaksud agar karya terkesan mendramatis dan terpaku pada satu bingkai.
 

4 komentar:

Dodii mengatakan...

Kalau beli alat grafisnya dimana?
Roll, tinta, dsb

Devy ika mengatakan...

Kamu lokasinya dimana?kalo dijogja, yang jual alat dan bahan di APECO toko di sepanjang malioboro bagian utara,sekitar depan Mall Malioboro. sama di toko cery, barat hotel gedi banget Cavinton, perempatan lampu merah ngabean ke barat, turunan dikit utara jalan. kalo tinta nya di depan gym XXX, lmpu merah jokteng barat ke utara, timur jalan.

Dodii mengatakan...

Aku di jogja kok mba, makasih ya mba info ny..

mujidadi mugo mengatakan...

mbak kalo menggunakan adobe ilustrator setelah format PNG ditrace gimana? maksudnya dalam bentuk vecktor hasilnya