Google+ Followers

Rabu, 09 Januari 2013

Seniman Wayang Beber "Wiyadi" oleh Devy Ika


A.  Laporan Hasil Wawancara

Keterangan Wawancara:
Hari/Tanggal     : 24 April 2012
Waktu                : 18.00 WIB
Tempat              :Jl. Janti Yogyakarta
Narasumber      : Wiyadi, Seniman Wayang Beber
Pewawancara    : Devy Ika Nurjanah
                             Nur Tirtasari
                             Immaculata Yoshi
Topik                  : Riwayat Hidup dan Estetika Seni

Hasil Wawancara
Wiyadi adalah seorang seniman wayang beber yang lahir di Pacitan, tanggal 24 Maret 1948. Ia tinggal di Jl. Kluwih 6 Jomblang Karangbendo Banguntapan Bantul Yogyakarta. Ia tinggal dengan istri dan anak semata wayang, ditemani keponakan- keponakannya. Ia adalah anak kelima dari tujuh bersaudara, ayahnya bernama Ki Sarwandi lahir tahun 1913, meninggal pada usia 70 tahun, ibunya bernama Karsinem lahir pada tahun 1917. Bakat seni ia peroleh dari ayahnya yang berlatar belakang seorang empu pembuat wayang kulit yang cukup terkenal di Pacitan. Tahun 1959 ia mulai menekuni pewayangan sejak masih duduk di sekolah Rakyat( sekarang SD)membantu ayahnya. Namun wayang beber sendiri mulai ia tekuni pada tahun 1969.
Dari Sekolah Rakyat sampai SMA, Wiyadi bersekolah di Pacitan. Lalu ia melanjutkan pendidikan nya di IKIP Surabaya untuk mendapatkan gelar Sarjana Mudanya pada tahun 1969-1972. Setelah lulus ia kembali ke Pacitan untuk mengajar selama 1 tahun di SMICK Pacitan. Lalu pindah ke Jogja setelah berkeluarga dan mengajar di SMSR Yogyakarta, sambil meneruskan pendidikannya di IKIP Negeri Yogyakarta. Di SMSR ia pernah mengajar gambar bentuk, desain, ornamen, wayang, lukis, wawasan seni, sejarah senirupa, dan membatik.
Selain wayang, semua aliran pernah dicoba, kubisme, realis, abstrak, surialisme,dadaisme, ekspresionisme dan sebagaimnya ,tapi tidak mendapatkan kepuasan dalam  percobaan aliran-aliran tersebut,disini ia bereksperimen sendiri. Wiyadi  melakukan penelitian wayang beber selama 3 tahun pada massa kuliahnya, selanjutnya ia kembangkan sendiri. Wayang beber merupakan salah satu wayang di Indonesia yang keberadaannya sudah langka. Pagelaran wayang beber berupa pertunjukan gambar. Dalam rangkaian cerita yang dilukiskan di atas bidang segiempat memanjang , sehingga dapat digulung dan dibentangkan . Didalam menggelarkan wayang beber, dalang menceritakan gambar setiap adegan dalam gulungan tersebut. Setiap gulungan terdiri dari empat adegan cerita. Setiap adegan dibatasi stilisasi bentuk kayon. Wayang beber yang terdapat di Karangtalun , Donorejo, Pacitan berjumlah enam gulung yang berisi 24 adegan cerita.
Pertujunjukan Wayang beber bukan suatu pertunjukan bayangan seperti pada Wayang Kulit Purwo, melainkan suatu pertunjukan gambar dengan cara mempertunjukan dan membentangkan gulungan panil kertas yang memuat ringkasan cerita dalam rangkaian gambar. Gambar setiap adegan itu dibentangkan menghadap penonton dan dalang dengan suara lantang menceritakan secara keseluruhan isi gambar tersebut secara runtut. Menurut Wiyadi, wayang beber merupakan salah satu hasil senilukis Jawa yang memiliki ciri khas tersendiri, yang berbeda dengan lukisan Bali, baik figur, maupun ornamennya. Ornamen pada wayang beber banyak menggambarkan bentupal, awan, karang air, tumbuhan, burung, naga, kala, bentuk kayon, yang menggambarkan dunia bawah dan dunia atas yang mengandung nilai- nilai filosofis dan simbolis.
Wiyadi mempunyai harapan , agar keberadaan wayang beber ini, dapat dilestarikan dan dikembangkan, untuk menambah perbendaharaan keragaman senirupa Indonesia. Dimana  sekarang banyak seniman wayang yang belum maksimal menggarap karya mereka, menurutnya karya yang baik adalah ketika pencipta puas dari dalam diri timbul kekuatan jiwa yang tentunya juga pengamat menilai bagus dan juga puas dengan karya tersebut. Dan dalam proses berkarya setiap bidang harus diselesaikan dengan tuntas dan maksimal.
Wiyadi adalah seorang yang tertutup, dia mengembangkan bakatnya secara pribadi. Dia tidak pernah mengikuti dan bergabung dalam komunitas,dia sering di ajak komunitas wayang beber di Jakarta namun waktu tidak mengijinkan. Wiyadi setiap hari berkarya minimal 13 jam,terkadang kalau ada pesanan bisa berkarya selama 24 jam. Setelah pensiun ini, kegiatan Wiyadi hanya berkarya terus setiap hari.  Biasanya orang berkunjung kesini hanya ingin tau proses pembuatan karya wayang bebernya, pernah ada seorang Amerika datang keruma satu minggu mengkaji tentang penggarapan karya dan latar belakang. Peminat karya nya dari Kanada, thailand, belanda, prancis,malaysia, amerika.
Buku yang Wiyadi baca adalah buku  yang berbau filosofis, klasik, seperti pujangga ranggawarsito, darmo gandul dan lain- lain yang berbau filosofis Jawa, sejak kecil dia sudah tertarik membaca buku legenda- legenda.
Sebagai seorang seniman, biasanya mempunyai tokoh seniman idola yang karyanya menjadi inspirasi atau sebagai motivator. Namun disini Wiyadi mengaku bukanlah seorang seniman terkenal yang ia kagumi, adalah seorang perajin wayang kulit di Solo bernama Raden Mas Sulardi, yang sangat menginspirasinya dalam penciptaan karakter.
Kegiatan pameran:
1999         “Pameran bersama di Melia Purosani Hotel.”
                 “Pameran Tunggal Wayang Beber, dalam Beber Sani.”
1995         “Pameran Senirupa bersama FKY VII.”
1994         “Pameran Bersama Lustrum IKIP Negeri Yogyakarta.”
                 “Pameran Senirupa FKY VI.”
1993         “Pameran Senirupa FKY V.”
                 “Pameran Bersama Dosen dan Alumni Mahasiswa Senirupa IKIP.”
1991         “Pameran Bersama Guru SMSR, Karta Pustaka, Yogyakarta.”
1971         “Pameran Tunggal Wayang, Gedung Taman Mayangkara, Surabaya.”
1970         “Pameran Tunggal Wayang, gedung LIA, Surabaya.”
Penghargaan:
1994      - Penghargaan Pakar Seni tradisional Wayang Beber
1993      - Penghargaan Dinas P & K Propinsi DIY
1992       - Penghargaan Dinas P & K Propinsi DIY






B.  Pembahasan



Unsur keindahan pada karya ini salah satunya adalah cerita dibalik karyanya, ia membuat jalan cerita pada setiap karyanya yang tentu ada dasar dan pedomannya. Lalu warna yang dihasilkan, biru, ungu, merah, emas, coklat, namun tidak ada yang terlalu mencolok. Dan tentunya bentuk- bentuk yang dihasilkan, ornamen yang rumit dan teliti. Bentuk batik yang diciptakan sendiri juga sangat menarik. Dalam setiap bidang,tidak ada kepolosan, pasti terisi dengan ornamen- ornamen kecil.

Observasi
Ini adalah salah satu karya Wiyadi,dengan ornamen yang rumit dan bisa dibilang sangat telaten, bidang yang sangat kecil namun bisa dicapai dengan maksimal, warna nya tidak terlalu mencolok sesuai apa yang dia paparkan. Wiyadi tidak pernah menggunakan warna- warna pop dalam karya wayang beber nya. Warna yang dihasilkan selalu dicampur dan diolah dengan warna lain. Gradasi yang halus dihasilkan secara maksimal, sangat teliti. Seperti yang ia ungkapkan dalam wawancara bahwa dalam proses berkarya setiap bidang harus diselesaikan dengan tuntas dan maksimal. Unsur keindahan terdapat pada ornamen- ornamen berupa awan, karang air, tumbuhan, yang diciptakan, karena motif- motif pada karya ini sangat kecil dan ramai maka hal ini menambah point keindahan karya.

C.  Penutup
Kesimpulan
Setiap seniman pasti berbeda- beda pandangannya. Tidak semua seniman ingin sukses dan kaya raya dengan karyanya yang dihasilkan, disini Wiyadi adalah sosok yang ternyata berbeda dengan seniman lainnya, pelukis wayang Beber ini mengaku tidak pernah berkumpul dengan teman- teman nya sekedar membicarakan karya dan kesenian, dia juga tidak mau bergabung dalam suatu komunitas, art world pun juga tidak terlalu dia pedulikan. Siapa yang butuh silahkan datang, seperti yang ia ungkapkan “Karya laku monggo, tidak ya monggo!, seseorang berkarya apakah hanya bertujuan untuk dijual, kalau saya hanya suatu kepuasan batin saja. Toh karya Wiyadi juga banyak yang mencari. Tidak hanya orang lokal namun dari luar negeri juga banyak yang berminat. Menurut saya, karya Wiyadi ini sangat menarik, walaupun ia sudah berumur 64 tahun namun penglihatannya masih sangat baik. Nirmana Wiyadi sangat bagus, menghasilkan karya- karya yang fantastik. Wiyadi berharap, agar keberadaan wayang beber ini dapat dilestarikan dan dikembangkan, untuk menambah perbendaharaan keragaman senirupa Indonesia.

Tidak ada komentar: