Google+ Followers

Rabu, 09 Januari 2013

Sejarah Vespa ku namanya "SKUBIL"

Waktu itu aku sama sekali belum bisa mengendarai vespa. Setelah dibawa pulang, aku mencoba sendiri vespa itu, mau gimana lagi. . ayahku tidak mau mengajari ku. “Masak Cuma make’ vespa gitu aja nggak bisa!?” ,kata- kata itu masi aku ingat di otak ku. Dengan perlahan aku bisa, bahkan lancar, mungkin karena belum terbiasa dan perseneleng nya nggak pas tangan ku jadi sakit semua. Bahkan nggak cuma itu, telapak tanganku jadi “ngapal”. .sakit semua!!. Tapi nggak tau kenapa aku jadi pengen make’ terus, aku bilang sama ayahku mending aku yang naek vespa aja ke kampus nya,trus motor satu nya biar ayahku yang bawa.
Pertama naek vespa, masih merasa pegal tangan ku, kedua. .masih biasa aja. .ketiga keempat kelima dan seterusnya. .aku ketagihan. . Setelah beberapa bulan, aku sms tante ku, “Tan. .vespa nya tak pake’ kuliah dulu ya. .”. Tanteku bilang, “iya. .gpp”. Asyiiiiikkk. .. senang nya hati ku. Suatu hari, bahkan sudah beberapa hari ini aku berpapasan dijalan dengan bapak- bapak dan mas- mas naik vespa yang ngliatin aku terus sambil senyum- senyum, “ orang- orang ini kenapa ya?”gumamku. Aku nggak ngerti. Dan untuk pertama kali nya aku disapa anak vespa, dia menunduk kan kepala nya sambil senyum,mencet klakson vespa nya, dengan spontan, aku juga senyum, oh. .. ternyata. .aku baru nyadar, memang harus gitu ya? Sungguh doktrin yang bagus!. Dari sini lah aku mulai tertarik dengan vespa.
Vespa ini selama aku pakai tidak pernah rewel. Hanya beberapa masalah yang memang saat itu aku belum ngerti, tali perseneleng putus, ban bocor walaupun ada ban serep aku harus jalan kaki “nuntun” vespa. Bahkan aku sampai harus bayar ongkos tmbal ban dan ganti tali perseneleng dengan harga tak wajar, sial. .!!. Tapi aku seneng banget. .walaupun uang untuk satu hari bensin campur tidak sedikit. Tau sendiri. .jarak rumahku dengan kampus sangat lah jauh, belum lagi pulang pergi. Hufh !. Memang berat semua ini. Namun yang bikin aku ternganga, ketika vespaku trouble dengan masalah- masalah itu selalu ada saja orang yang naik vespa mau menolongku. Ehmmm. .coba kalian naik motor biasa(jepangan), entah macet dipinggir jalan, ban bocor, pasti nggak ada yang nolong,paling Cuma ngliatin dan berlalu. Itulah hebat nya vespa, ehm hebat nya lagi, anak- anak kecil,anak sekolah, SMP, SMA, kalau vespa ku lewat mereka pada hormat seperti menghormat bendera sang saka ketika upacara d sekolah itu.Dengan jari- jari rapat tepat di pelipis kepala sambil tertawa- tawa malu dan mencubit teman sebelah nya yang tidak ikut hormat.Haaah. . .Apa lagi ini? Doktrin dari mana coba? Kenapa mereka bisa melakukan hal ini ?Kalau memang sebuah doktrin, siapa yang memulai semua ini? Point satu lagi untuk sebuah besi tua yang memang sangat dihormati kenyataanya.
Barang pinjam memang harus dikembalikan. .tiba saat itu. Karena sudah beberapa hari tante ku sms terus, menanyakan “ sudah dapat motor baru belum?”, dengan sadar diri ayahku mengajak ku ke Magelang ngembaliin vespa itu, Deeeemmmm. .. miris hatiku!, rasanya. .entah bagaimana aku menjelaskan, ya sudah lah. .memang bukan hak ku, yang namanya pinjam kan memang harus dikembalikan bukan?. Aku kembali ke kampus dengan motor “jepangan”ku lagi, satpam kampus ku menanyakan vespa kemarin. .”sudah aku kembaliin pak!”dengan suara rendah. Mungkin satpam itu memang tau raut wajah ku yang saat itu tak enak dipandang. Hari berlalu, namun kenapa aku malah bertemu orang- orang yang hanya menambah sedih, menanyakan vespa itu lagi!.hufh. .. Ouuuuhhh. ..pliss, ,jangan buatku semakin galau dengan vespa itu!.
 Suatu hari aku memberanikan diri sms tante ku, ”Tan, boleh nggak vespa nya itu tak beli,buat kuliah tiap hari, tapi aku cuma punya uang 1 juta,itu aja karena kebetulan dapet beasiswa.” . Lamaaaa. . banget aku nunggu balesan sms itu, bahkan sms itu tak kirim berkali- kali. Lalu hari berikut nya tante ku bales, “Ya. .itu diambil aja kerumah!”, Yeeeeeeessssss. .. .Alhamdulillah Ya Allah. . .Aku seneng buanget, Lalu hari itu juga, kalau nggak salah tanggal 25 pas Hari raya Idul Adha tahun 2010 aku langsung mengajak ayahku ke Magelang ambil vespa itu.
Lega banget rasanya, waktu perjalanan pulang aku merencanakan sebuah nama untuk vespa kesayangan ku itu, “ SKUBIL”  nama itu langsung keluar begitu saja di otak ku, tidak ada maksud dan makna yang penting di sebuah nama itu, namun sebenarnya vespa itu yang paling penting untuk hidupku. Tanpa disadari, karena vespa ini juga aku bisa banyak teman. Sebuah solidaritas dan doktrin yang sangat kuat yang selalu melekat di jiwa skuterist Indonesia. Itu yang membuat saya sangat bangga dan salut dengan sebuah besi tua.

9 komentar:

ugimaenaer mengatakan...

mantap

sugi_monel mengatakan...

Aku sangat terharu ne...
jadi pengen nangis..
slam mesin kanan...
dari scooteris jepara..

Edi (Firdyansah) mengatakan...

wah..mantap ceritanya sist kebetulan q juga punya vespa 1976 cuma warnanya biru

Devy Ika Nurjanah mengatakan...

makasih. :-)

Devy Ika Nurjanah mengatakan...

Hahaha..lebay. oke.salam juga ya..makasi sudah diapresiasi.

Devy Ika Nurjanah mengatakan...

iya masbro..kita masing2 pasti juga punya crita suka duka dengan vespa...hehe

Devy Ika Nurjanah mengatakan...

iya masbro..kita masing2 pasti juga punya cerita cuka duka dengan vespa..hehe

Anggih Gismana mengatakan...

peace... mbak......

Devy Ika Nurjanah mengatakan...

Hei sayaaang...