Google+ Followers

Sabtu, 25 Februari 2012

Surialisme Yogyakarta


Resume buku
1.Identitas Buku
Judul        : Surialisme Yogyakarta
Pengarang          : M. Dwi Marianto
Penerbit           : Rumah Penerbit Merapi ; Yogyakarta
Tahun terbitan     : 2001 (cetakan 1)
Tebal buku   : 297 halaman
Ukuran       : xxxi, 301 p: co l. Ill: 21 cm
ISBN         : 9799658306

2.Pembukaan

Dunia seni menarik dijadikan bahan diskusi dan perdebatan. Tidak hanya perihal independensi dan dependensi nya, juga perihal apa/ siapa dan mengapa. Bagaimanakah hubungan seni( senirupa) dengan chicken nuggets, dengan antena parabola, dengan soft drink, klenteng cina, tenggok bobrok dan lain2 nya. Buku ini berusaha menggambarkan bagaimana suatu aliran seni (senirupa) muncul. Devy.Dengan segala kelebihan dan kekurangan nya, buku ini juga berusaha membentangkan gambaran sosio-ekonomi, politik, kultural lahirnya satu aliran seni rupa, pada suatu lokasi tertentu, kurun waktu tertentu.

     Bagaimanakah persisnya kita bisa memahami perubahan dan kekontrasan yang terjadi di Indonesia ini?. Dalam buku ini dijelaskan beberapa contoh fakta  pemikiran yang pernah terjadi. Pertama adalah bahwa selama rejim orde baru masyarakat Indonesia begitu lelap tertidur dan cita2 keadilan sosial( humanifarianisme) entah hilang kemana. Kedua, kita melihat bahwa setelah bangun dari mimpi kolektif, kebanyakan rakyat Indonesia dihadapkan dengan situasi ketika garis persepsi antara mimpi sosio politik & mimpi buruk ekonomi tak lagi bisa dibedakan.

Dalam buku ini yang saya suka adalah cerita yang dikatakan M. Dwi Marianto tentang bus dan sopir nya. Disaat beliau naik bus dan menangkap suatu kejadian, dimana sering kali sopir nya “mabuk”. Dan para penumpang seolah2 terhipnotis dan bermimpi, tidak peduli bahaya nya, seolah2 pasrah, (devy)tidak ada yang mampu menghentikan nya. Bayangan beliau sopir itu adalah metafora bagi Soeharto dan bus adalah bangsa Indonesia, sedangkan penumpang sendiri adalah rakyat Indonesia.Diam2 kondektur menyelinap di antara penumpang , dan tau persis siapa yang belum membayar. Seperti kemampuan para aparat keamanan orde baru, dari dulu hingga sekarang.

3.Isi
Seni Kolonial dan Akar2 Realisme dalam Seni Lukis Yogyakarta

     Surialisme dalam seni lukis Yogyakarta tahun 1980an tumbuh sebagai tanggapan terhadap pergeseran2 praktik seni dan bahasa visual yang bergerak menjauhi realisme.

     Rakyat Indonesia setiap tanggal 17 agustus memperingati hari kemerdekaan nya. Mereka mendapat informasi sejarah kebanyakan hanya dari turun temurun tradisi oral para orang tua. Kebanyakan yang biasa dibicarakan adalah sejarah kemiliteran saja, padahal pada jaman penjajahan pun seni rupa sendiri sudah mulai dikenal. Raden Saleh Bustaman (1814-1880) adalah seniman pada masa penjajahan. Beliau sempat belajar melukis di Eropa selama 20 tahun.

     Lukisan sendiri di masa penjajahan Belanda digunakan sebagai alat perdagangan dan hadiah untuk para penguasa pribumi.PERSAGI (1935)  adalah salah satu gerakan seniman yang penting pada masa itu (persatuan ahli gambar indonesia) di Jakarta oleh sekelompok ahli gambar. Sejak tahun 1942 Jepang menghabisi organisasi dan asosiasi2 termasuk PERSAGI. Setelah kekalahan Belanda,Devy Indonesia jatuh ke dalam pemerintahan militer Jepang yang begitu menyengsarakan.

     Setelah Indonesia benar2 merdeka, ASRI didirikan( 15 Januari 1950), direktur pertama adalah R.J Katamsi. Tapi kebanyakan dosen awal ASRI tidak punya kualifikasi guru, kebanyakan mereka adalah para seniman praktik yang aktif pada masa2 prakemerdekaan/ revolusi.

Perdebatan Seni Indonesia

     Berbagai gaya dan kecenderungan seni yang berkembang pesat setelah penumpasan sayap kiri adalah hasil perdebatan2 ideologi dan politik. Selama kurun waktu 1950an dan 1960an sembari berusaha mengumpulkan kekuatan politik untuk mendikte aliran2 seni dan estetika2 tertentu dalam dunia kesenian Indonesia, LEKRA juga menolak keberadaan seni abstrak ataupun ekspresionisme abstrak.



4.Kelebihan dan Kekurangan Buku

Kelebihan
Menurut saya kelebihan buku ini adalah penulis menceritakan berbagai fakta yang menurut saya bagus dan benar adanya.By:devy. Buku ini sangat kritis dan ilustrasi2 yang digunakan sebagai contoh penegasan suatu topik masalah sudah  jelas dan mudah dipahami, seperti ilustrasi sopir bus dan penumpang.


Kekurangan
Kekurangan buku ini adalah tidak adanya ilustrasi berupa gambar untuk menjelaskan maksud dari beberapa isi tulisan. Dan juga buku ini tidak langsung membicarakan pokok bahasan, cerita sebab terlalu banyak. Bahkan malah terlalu banyak menjelaskan tentang sejarah Indonesia itu sendiri  yang seringkali tidak berhubungan dengan senirupa khususnya.by:Devy

Tidak ada komentar: