Google+ Followers

Jumat, 17 Februari 2012

menjadi mahasiswa ISI semester kedua



Tiga bulan lebih berdiam diri dirumah terasa amat membosankan. Maklum. .mahasiswa baru yang juga baru saja merasakan liburan akhir tahunnya. Karena tidak pulang kampung, saya meras begini- begini saja. Ya. .setiap pagi bangun, menyapu lantai, cuci piring, mandi, merias diri, cari baju yang oke untuk hari ini, semua itu hanya persiapan untuk berjualan es di warung Sekolah Dasar milik ibuku.

    Jam 9 kurang seperempat, saya harus sudah disana.Kalau tidak, handphone jam-jam 9nan pasti berbunyi, “kamu ini ngapain aja??! Kok belum kesini??” suara lantang namun ceria dan riuh dibelakang nya. Siapa lagi kalau bukan ibuku yang menanti ku di warung.

    Pukul 10 lewat, saya bergegas pulang, hanya nonton televisi mungkin atau mengerjakan . .yang saya rasa tidak ada finish nya. Mungkin tidur. .makan 3x, ngemil banyak. Dan kalau malam adalah saat merenung hebat seperti  patrick si bintang laut, tak ada yang dilakukan.

    Waktu pengisian KRS (kartu rencana studi) adalah saat bahagia dalam 3 bulan terakhir ini. Karena masa berkumpul nya keluarga besar Institut Seni Indonesia. Seperti bertemu dengan kawan yang lama tidak jumpa. .rindu sekali rasanya denagn mereka yang gokil- gokil. Suasana kampus yang sepi- sepi sejuk, oh rindu lagi rasanya. Kalau ketemu temen kampus yang lagi online pasti yang ditanyakan hanya “kapan masuk kuliah nya?”, itu- itu saja seperti saat ini juga. Td sian ada kabar kalau tanggal 30 masuk, kata anak DKV. Tapi anak DKV sendiri malah bilang,”kalau mau masuk kuliah abis lebaran aja!”, gubraaagh. .!! Berapa lama lagi? Jadi tak sabar.

Ingin melalui pagi yang cerah , mandi segar, baju keren, make up natural, uang 10 ribu dari ibu, ketemu pak pom bensin, menghindar dari razia polisi, naik vespa, udara panas, jalan macet, sampe kampus lari masuk kelas, telat. .diusir dosen dech!!. Ingin rasanya ambil kuliah praktek semua, gara- gara kuliah teory bahasa Indonesia dapet nilai C. Rada tak blacklist dosen pengampu nya.. haha. Tapi kan seharus nya saya lebih semangat, bukan begini!.

Pulang tak sampai rumah, nongkrong depan kampus, pindah ke mas Pur( warung makan merakyat), sayur bayam, sambel mentah, sama perkedel 2. Mas Pur. .cochocino satu ya!. Paling nggak nyampe 5ribu. Murah nya warung merakyat, cocok banget buat mahasiswa kelas seni. Pastinya rakyat yang makan disitu juga paling banyak dibanding warung lain.

Kalau sudah kenyang dan merasa lelah, pulang sendirian lagi ke utara.  Mampir perumahan pinggir jalan beli juice jambu. Diminum dijalan sampai rumah. Itu lebih baik. Selalu menanti hari esok yang mudah-mudahan lebih berkesan dan berirama.

Ditulis pada akhir semester 2 tahun 2010.
  Deph

Terasa sekali bahwa ketika penulis menulis tulisan ini sedang merasakan sebuah kehampaan dalam kehidupan yang dilalui nya saat itu, sebuah kebosanan terhadap sesuatu. Sehingga terasa sekali bahwa tidak ada yang mendukung( mensuport) hidup nya saat itu. Penulis sangat merasakan kerinduan terhadap kenangan- kenangan yang pernah dirasakan dan dialami ketika itu. Perlu adanya semangat dan dorongan dari orang- orang sekitar yang bisa membuat nya merasa nyaman dan termotivasi. Untung nya tahun 2012 ini ia bisa bangkit dari kebimbangan yang ia rasakan dahulu dan akan lebih baik lagi ketika ia menyusun hidup nya agar kelak ia tidak semakin terpuruk dan tersesat.

Yogyakarta, 16 Februari 2012
Deph

Tidak ada komentar: