Google+ Followers

Jumat, 28 Desember 2012

DEPH

"Pesawat Terjang"
Devy Ika a.k.a DEPH
Acrilic on canvas, 120x100 cm, 2011

DEPH artwork

"Berkaca Pada Burung Hantu"
Devy Ika a.k.a DEPH 
Hardboardcut on paper, 40 x 60 cm, 2012

Rabu, 12 Desember 2012

DEPH ArtWork



Judul               : Mata Hari
Ukuran            : 40x60 cm
Media              : Hardboardcut on paper (reduksi)
Konsep            : Karya ini adalah karya potret wajah dari samping, ia adalah Mata Hari. Saya terpukau dengan sosok Mata Hari, ia adalah mata- mata wanita paling terkenal dalam sejarah. Wanita blasteran Jawa Belanda ini dikenal karena disebut-sebut menjadi agen ganda Jerman dan Prancis terutama pada Perang Dunia I. Nama aslinya Margaretha Geertruida Zelle. Pada tahun 1905 dalam hidupnya yang penuh skandal dia berprofesi menjadi penari dengan nama panggung nya Mata Hari, karena ia ingin kehidupan baru secerah cahaya matahari, maka dari itu karya ini berlatar belakang warna kuning kejinggaan. Ia menjalani profesi agen ganda ketika menjadi penari terkenal di Eropa. Menurut saya dia adalah seorang wanita yang cukup erani dalam sejarah ini. Ia sampai dihukum mati  di Prancis karena tuduhan tersebut.
 Karya :  Devy Ika a.k.a DEPH

Rabu, 05 Desember 2012

Deph

"Waktu Anda Sudah Habis", 120x80cm, hardboardcut on canvas, 2012

Selasa, 13 November 2012

Karya Seni Grafis / Printmaking Art Work

 The Power of Monroe, hardboardcut reduksi 1/2 , 80x60 cm, 2012

Jumat, 27 April 2012

Karya Seni Grafis Hardboardcut

Devy Ika , Semar Pagulingan, Hardboardcut on canvas, 120x120cm, 2011

Karya Seni Grafis ,Hardboardcut

Devy Ika a.k.a D E P H, Jangan Rapuh tapi Tumbuh, Hardboardcut on paper, 2012       
Ini adalh karya saya tahun 2012 awal yang sebenarnya sangat disayangkan, dari karya ini saya jadi bisa mengeksplor teknik dan ide penciptaan seni grafis. Dari karya ini semangat jiwa keperempuanan saya muncul, namun karena suatu hal yang sebenarnya belum terkonsep dengan baik karena karya ini mula nya hanya mencari dan mencoba hal baru, saya tidak terlalu memperhatikan konvensional dalam karya yang saya buat ini. Walaupun demikian, karya ini sangat berarti bagi hidup saya.

Yogyakarta,27 April 2012

Seniman,

Devy Ika .N

Sabtu, 25 Februari 2012

Surialisme Yogyakarta


Resume buku
1.Identitas Buku
Judul        : Surialisme Yogyakarta
Pengarang          : M. Dwi Marianto
Penerbit           : Rumah Penerbit Merapi ; Yogyakarta
Tahun terbitan     : 2001 (cetakan 1)
Tebal buku   : 297 halaman
Ukuran       : xxxi, 301 p: co l. Ill: 21 cm
ISBN         : 9799658306

2.Pembukaan

Dunia seni menarik dijadikan bahan diskusi dan perdebatan. Tidak hanya perihal independensi dan dependensi nya, juga perihal apa/ siapa dan mengapa. Bagaimanakah hubungan seni( senirupa) dengan chicken nuggets, dengan antena parabola, dengan soft drink, klenteng cina, tenggok bobrok dan lain2 nya. Buku ini berusaha menggambarkan bagaimana suatu aliran seni (senirupa) muncul. Devy.Dengan segala kelebihan dan kekurangan nya, buku ini juga berusaha membentangkan gambaran sosio-ekonomi, politik, kultural lahirnya satu aliran seni rupa, pada suatu lokasi tertentu, kurun waktu tertentu.

     Bagaimanakah persisnya kita bisa memahami perubahan dan kekontrasan yang terjadi di Indonesia ini?. Dalam buku ini dijelaskan beberapa contoh fakta  pemikiran yang pernah terjadi. Pertama adalah bahwa selama rejim orde baru masyarakat Indonesia begitu lelap tertidur dan cita2 keadilan sosial( humanifarianisme) entah hilang kemana. Kedua, kita melihat bahwa setelah bangun dari mimpi kolektif, kebanyakan rakyat Indonesia dihadapkan dengan situasi ketika garis persepsi antara mimpi sosio politik & mimpi buruk ekonomi tak lagi bisa dibedakan.

Dalam buku ini yang saya suka adalah cerita yang dikatakan M. Dwi Marianto tentang bus dan sopir nya. Disaat beliau naik bus dan menangkap suatu kejadian, dimana sering kali sopir nya “mabuk”. Dan para penumpang seolah2 terhipnotis dan bermimpi, tidak peduli bahaya nya, seolah2 pasrah, (devy)tidak ada yang mampu menghentikan nya. Bayangan beliau sopir itu adalah metafora bagi Soeharto dan bus adalah bangsa Indonesia, sedangkan penumpang sendiri adalah rakyat Indonesia.Diam2 kondektur menyelinap di antara penumpang , dan tau persis siapa yang belum membayar. Seperti kemampuan para aparat keamanan orde baru, dari dulu hingga sekarang.

3.Isi
Seni Kolonial dan Akar2 Realisme dalam Seni Lukis Yogyakarta

     Surialisme dalam seni lukis Yogyakarta tahun 1980an tumbuh sebagai tanggapan terhadap pergeseran2 praktik seni dan bahasa visual yang bergerak menjauhi realisme.

     Rakyat Indonesia setiap tanggal 17 agustus memperingati hari kemerdekaan nya. Mereka mendapat informasi sejarah kebanyakan hanya dari turun temurun tradisi oral para orang tua. Kebanyakan yang biasa dibicarakan adalah sejarah kemiliteran saja, padahal pada jaman penjajahan pun seni rupa sendiri sudah mulai dikenal. Raden Saleh Bustaman (1814-1880) adalah seniman pada masa penjajahan. Beliau sempat belajar melukis di Eropa selama 20 tahun.

     Lukisan sendiri di masa penjajahan Belanda digunakan sebagai alat perdagangan dan hadiah untuk para penguasa pribumi.PERSAGI (1935)  adalah salah satu gerakan seniman yang penting pada masa itu (persatuan ahli gambar indonesia) di Jakarta oleh sekelompok ahli gambar. Sejak tahun 1942 Jepang menghabisi organisasi dan asosiasi2 termasuk PERSAGI. Setelah kekalahan Belanda,Devy Indonesia jatuh ke dalam pemerintahan militer Jepang yang begitu menyengsarakan.

     Setelah Indonesia benar2 merdeka, ASRI didirikan( 15 Januari 1950), direktur pertama adalah R.J Katamsi. Tapi kebanyakan dosen awal ASRI tidak punya kualifikasi guru, kebanyakan mereka adalah para seniman praktik yang aktif pada masa2 prakemerdekaan/ revolusi.

Perdebatan Seni Indonesia

     Berbagai gaya dan kecenderungan seni yang berkembang pesat setelah penumpasan sayap kiri adalah hasil perdebatan2 ideologi dan politik. Selama kurun waktu 1950an dan 1960an sembari berusaha mengumpulkan kekuatan politik untuk mendikte aliran2 seni dan estetika2 tertentu dalam dunia kesenian Indonesia, LEKRA juga menolak keberadaan seni abstrak ataupun ekspresionisme abstrak.



4.Kelebihan dan Kekurangan Buku

Kelebihan
Menurut saya kelebihan buku ini adalah penulis menceritakan berbagai fakta yang menurut saya bagus dan benar adanya.By:devy. Buku ini sangat kritis dan ilustrasi2 yang digunakan sebagai contoh penegasan suatu topik masalah sudah  jelas dan mudah dipahami, seperti ilustrasi sopir bus dan penumpang.


Kekurangan
Kekurangan buku ini adalah tidak adanya ilustrasi berupa gambar untuk menjelaskan maksud dari beberapa isi tulisan. Dan juga buku ini tidak langsung membicarakan pokok bahasan, cerita sebab terlalu banyak. Bahkan malah terlalu banyak menjelaskan tentang sejarah Indonesia itu sendiri  yang seringkali tidak berhubungan dengan senirupa khususnya.by:Devy

Allisa says

    Menurut psikolog Allisa Wahid, keahlian pria dalam merayu sudah muncul sejak masih kecil. Posisi nya sebagi pemburu Dan nalurinya ini semakin terasa ketika masuk masa puber, jadi jangan heran kalau istilah tua2 keladi , makin tua makin jadi betul adanya.
    Dan untuk para wanita yang sering termakan rayuan maut pria, Allisa mengaitkan hal tersebut dengan kebutuhan dasar wanita. Penelitian di amerika terhadap 1.000 perempuan mengenai kebutuhan dasar wanita menunjukkan 90 persen kebutuhan wanita adalah DICINTAI.
    “Dicintai adalah sesuatu yang memasuki konteks rasa dan wanita sangat peka, terhadap hal2 yang menyangkut hubungan. Itulah kenapa ketika wanita menerima kalimat2 yang menyangkut rasa itu mereka menjadi lebih reaktif”, paparnya.

Senin, 20 Februari 2012

Pameran Senirupa Simpang 6


Kemarin aku bertemu teman2 simpang 6,ditengah hujan yang nggak kunjung reda, sambil menikmati kopi susu ABC 2 gelas dan sebungkus rokok ditemani koreknya,tentunya yang merokok tidak termasuk aku. Rencana siang ini kita akan mengembalikan alat band k bascame RESCUE(band aliran rockabilly personilnya anak2 SMSR yang sudah membantu opening pametran SIMPANG 6  yang diadakan tgl 19 november 2011.Ya. ..malam opening pameran kita sangat berkesan tentunya,bagaimana tidak,pertama. .sebelum hari H pada waktu akan pendisplaian karya,mobil pik up pak bungkus yang mengangkut karya2 kita mogok di ringroad utara lama sekali, sampai di kersan art studio sudah jam 9 malam, teman2 yang ingin membantu display sudah menunggu lama. Akhirnya semua karya selesai terpasang pada pukul stengah 1 malam.
Hari H, karena aku bagian konsumsi dan pemesanan digarap ibuku sendiri, tentunya semua yang mengurusi aku, jam 5 sore konsumsi sudah siap smua,karena rekanku bersedia membantuku mengangkut konsumsi ke kersan, maka aku tidak menyuruh teman2 SIMPANG 6 menjemput kerumah. 1 sms diterima, dari rekanku ..dia bilang sespan nya putus tali gas nya, aku bilang ya gpp,hati2 kesininya. Dia tidak membalas sms ku lagi. Aku pikir dia perjalanan ke rumahku,mungkin pasang tali gas 15menit selesai, walaupun tidak membawa tali serep yang baru,biasanya dia banyak akal.” Sekarang sudah jam setengah 7 lewat “ gumamku, tapi dia tak kunjung datang, tiba2 dari arah barat muncul vespa standar warna hijau, “oh my Good !!!!!!!” dia tidak membawa sespan, tapi vespa standar dan tidak akan bisa untuk mengangkut barang sebanyak itu. Dengan kesal hati, aku angkut semua konsumsi itu dengan krombong ibuku yang biasa dipake untuk angkut belanjaan dari pasar.
Sesampai di kersan, ternyata malah mati lampu, gara2 hujan dan menyebabkan travo meledak, Ya Allah. . apa lagi ini?. Aku langsung meniapkan konsumsi, tamu sudah berdatangan , namun masih ditengah kegelapan, hanya terdengar suara2 bincangan dan RESQUE menyanyikan lagu2 memecah kegelapan. Jenset datang, namun malah trouble, susah sekali nyalanya,hari semakin malam, Ugo Untoro mulai gelisah, ruang pamer penuh kegelapan, “pameran macam apa ini?”gumamku. Lalu teman2 merespon dengan lilin di setiap sudut  ruangan. Pembukaan berlangsung, dengan gaya Ugo yang memecah kesunyian. Jenset hidup, RESCUE mulai mainkan lagunya, terdengar riuh suara para pengunjung. Sambil menikmati snack ,pengunjung menikmati karya dengan senter hp, lilin, hal ini ternyata sangat menarik sekali, hahahaha. . .Ucapan selamat dari teman2 menggugah semangatku, kami sangat terharu. .terharu sekali, terbilang sukses pameran ini, terima kasih teman2. .ini adalah pameran di kegelapan yang pertama di dunia. .hahahaha. . .
Semoga pameran ini bukan pameran terakhir bagi SIMPANG6, cerita ini akan jadi hal yang sangat berkesan dan berharap nantinya akan kami respon di paameran mendatang. Komeng, Aga,Temples, Ibeng, Adib. .Semangat kawan. .pameran kita sukses!!

Devy [ D E P H ]

Jumat, 17 Februari 2012

menjadi mahasiswa ISI semester kedua



Tiga bulan lebih berdiam diri dirumah terasa amat membosankan. Maklum. .mahasiswa baru yang juga baru saja merasakan liburan akhir tahunnya. Karena tidak pulang kampung, saya meras begini- begini saja. Ya. .setiap pagi bangun, menyapu lantai, cuci piring, mandi, merias diri, cari baju yang oke untuk hari ini, semua itu hanya persiapan untuk berjualan es di warung Sekolah Dasar milik ibuku.

    Jam 9 kurang seperempat, saya harus sudah disana.Kalau tidak, handphone jam-jam 9nan pasti berbunyi, “kamu ini ngapain aja??! Kok belum kesini??” suara lantang namun ceria dan riuh dibelakang nya. Siapa lagi kalau bukan ibuku yang menanti ku di warung.

    Pukul 10 lewat, saya bergegas pulang, hanya nonton televisi mungkin atau mengerjakan . .yang saya rasa tidak ada finish nya. Mungkin tidur. .makan 3x, ngemil banyak. Dan kalau malam adalah saat merenung hebat seperti  patrick si bintang laut, tak ada yang dilakukan.

    Waktu pengisian KRS (kartu rencana studi) adalah saat bahagia dalam 3 bulan terakhir ini. Karena masa berkumpul nya keluarga besar Institut Seni Indonesia. Seperti bertemu dengan kawan yang lama tidak jumpa. .rindu sekali rasanya denagn mereka yang gokil- gokil. Suasana kampus yang sepi- sepi sejuk, oh rindu lagi rasanya. Kalau ketemu temen kampus yang lagi online pasti yang ditanyakan hanya “kapan masuk kuliah nya?”, itu- itu saja seperti saat ini juga. Td sian ada kabar kalau tanggal 30 masuk, kata anak DKV. Tapi anak DKV sendiri malah bilang,”kalau mau masuk kuliah abis lebaran aja!”, gubraaagh. .!! Berapa lama lagi? Jadi tak sabar.

Ingin melalui pagi yang cerah , mandi segar, baju keren, make up natural, uang 10 ribu dari ibu, ketemu pak pom bensin, menghindar dari razia polisi, naik vespa, udara panas, jalan macet, sampe kampus lari masuk kelas, telat. .diusir dosen dech!!. Ingin rasanya ambil kuliah praktek semua, gara- gara kuliah teory bahasa Indonesia dapet nilai C. Rada tak blacklist dosen pengampu nya.. haha. Tapi kan seharus nya saya lebih semangat, bukan begini!.

Pulang tak sampai rumah, nongkrong depan kampus, pindah ke mas Pur( warung makan merakyat), sayur bayam, sambel mentah, sama perkedel 2. Mas Pur. .cochocino satu ya!. Paling nggak nyampe 5ribu. Murah nya warung merakyat, cocok banget buat mahasiswa kelas seni. Pastinya rakyat yang makan disitu juga paling banyak dibanding warung lain.

Kalau sudah kenyang dan merasa lelah, pulang sendirian lagi ke utara.  Mampir perumahan pinggir jalan beli juice jambu. Diminum dijalan sampai rumah. Itu lebih baik. Selalu menanti hari esok yang mudah-mudahan lebih berkesan dan berirama.

Ditulis pada akhir semester 2 tahun 2010.
  Deph

Terasa sekali bahwa ketika penulis menulis tulisan ini sedang merasakan sebuah kehampaan dalam kehidupan yang dilalui nya saat itu, sebuah kebosanan terhadap sesuatu. Sehingga terasa sekali bahwa tidak ada yang mendukung( mensuport) hidup nya saat itu. Penulis sangat merasakan kerinduan terhadap kenangan- kenangan yang pernah dirasakan dan dialami ketika itu. Perlu adanya semangat dan dorongan dari orang- orang sekitar yang bisa membuat nya merasa nyaman dan termotivasi. Untung nya tahun 2012 ini ia bisa bangkit dari kebimbangan yang ia rasakan dahulu dan akan lebih baik lagi ketika ia menyusun hidup nya agar kelak ia tidak semakin terpuruk dan tersesat.

Yogyakarta, 16 Februari 2012
Deph