Google+ Followers

Senin, 01 November 2010

Batik Khas Solo
29-April-2009

Nama Motif : Sido Wirasat
Daerah Asal : -
Jenis Batik : -
Dikenakan : Orang Tua temanten
Makna : Orang tua memberi nasehat

Nama Motif : Parang Kusumo
Daerah Asal : Surakarta
Jenis Batik : Batik Keraton
Dikenakan : Calon temanten putri (tukar cincin)
Makna : Hati berbunga bunga

Nama Motif : Truntum
Daerah Asal : Keraton Surakarta
Jenis Batik : Batik Keraton
Dikenakan : Orang tua temanten
Makna : Orang tua memberi tuntunan

Nama Motif : Kawung
Daerah Asal : Batik Keraton
Jenis Batik : -
Dikenakan : -
Makna : -

Nama Motif : Sido Mulyo
Daerah Asal : -
Jenis Batik : Batik pengaruh keraton
Dikenakan : Temanten putra dan putri
Makna : Bahagia, rejeki melimpah

Nama Motif : Semen Rante
Daerah Asal : -
Jenis Batik : Batik Petani
Dikenakan : Utusan
Makna : Panah mengena dan diikat

Nama Motif : Wahyu temurun
Daerah Asal : Surakarta
Jenis Batik : Batik Keraton
Dikenakan : -
Makna : -

Nama Motif : Sido Mukti
Daerah Asal : -
Jenis Batik : Batik Petani
Dikenakan : Temanten putra dan putri (saat resepsi/ penghargaan)
Makna : Bahagia dan berkecukupan

Nama Motif : Sido Luhur
Daerah Asal : -
Jenis Batik : Batik Keraton
Dikenakan : Temanten putri (malam pengantin)
Makna : Dua jiwa menjadi satu

Nama Motif : Sido Asih
Daerah Asal : -
Jenis Batik : Batik Keraton
Dikenakan : Temanten putri (malam penagntin)
Makna : Dua jiwa menjadi satu

Nama Motif : Bondhet
Daerah Asal : -
Jenis Batik : Batik Keraton
Dikenakan : Temanten putri (malam penagntin)
Makna : Dua jiwa menjadi satu

Nama Motif : Sekar Jagad
Daerah Asal : -
Jenis Batik : Batik Petani
Dikenakan : Orang tua temanten
Makna : Hatinya gembira semarak

Senin, 14 Juni 2010

batik

The Art Of Batik
Indonisia sangat kaya akan budaya.Salah satunya adalah batik.Batik adalah sebuah maha seni milik Indonesia.Begitu agungnya nilai seni dari batik sehingga kita punya hari batik.

A.CIRI KHAS BATIK
Masing-masing batik memiliki ciri khas masing-masing.antara lain:



1.Batik Jawa
batik jawapun bermcam-macam jenisnya,antara lain batik jogja,batik pekalongan,batik solo,batik banyumas,batik cirebon,dan lainya.nama batik biasanya sesuai dengan asal daerahnya.dari macam-macam batik tersebut memiliki ciri atau khas masing-masing.dari warna,motif dan kerapatan batiknya.misalnya bati jogja,dia memiliki warna yang lebih terang,tatapi unsur warnanya tetap coklat,putih,ad sedikit hitam.biasanya warna putih menjadi warna dasarnya,sehingga menjadikan batik jogja lebih cerahwarnanya bila dibandingkan dengan batik dari daerah lain.namun motif batik jogja ini lebih rumit,dibanding batik lainya,karena motif yang ditampilkan tidak berupa rangkaian yang besar,tapi agak kecil.
Batik dari pekalongan juga memiliki ciri yang berbeda dari bartik lain.batik ini memiliki motif yang lebih besar.tidak menggumakan warna lain,hanya coklat hitam putih.Sedangkan batik Cirebon lebih memiliki ciri yang berbeda lagi,yakni dari motifdan warna dia lebih berani.warna yang bermacam-macam dan motif yang lebih tegas atau jelas.sedangkan batik banyumas memiliki motif yang lebih sederhana dan warna yang tidak terlalu tarang,motif yanang sering dipaki dari batik banyumas ada lah motif lereng.motf lereng ini seperti garis-garis,namun urahnya miring atau searah diagonal kain.dan di padu padankan dengansedikit motif pasley atau motif garis legkung lainya,sehingga tetep terlihat tidak kaku,karena motif lebih dominasai dengan garis lereng.namun tetap menjadi anngun dan luwes.
dari aneka ragam batik Jawa,batik solo memiliki nilai jual palimg tinggi.itu karena batik Solo memiliki tingkat kerumitan yang lebih.dengan warna yang sangat dominan coklat,dengan warna dasar juga coklat.Dan motifnya yang lebih rapat dan rumit.dan masih banyak batik jaw lainya seperti sidomukti,jawa barat dan lai-lain.
2.Batik Sumatera
3.Batik kalimantan
4.batik irian jaya
5.Batik daerah lainya
kain yang digunakan untuk membatik pun bermacam-macam jenisnya,sehingga mempengaruhi nilai jual batik tersebut.Batik yang dibuat diatas kain sutra sangatlah mahal,selain karena bahan dsarnya yang memang sangatlah mahal,juga lebih rumit prosesnya karena bahan sutra sangatlah licin dan halus.

B.PENGGUNAAN BATIK

batik bisa dituangkan di apa saja/di mana saja,misalnya di kayu,bambu,kain dll.
dari bahan-bahan tersebut bisa diolah lagi menjadi bahan siap pakai,misalnya kayu bisa menjadi pintu, almari atau furniture lain tentunya dengan seni batik nya.sedangkan bambu dengan seni batik nya juga bisa menjadi pencil,kursi,atau papan lantai,meja dan lainya.Dan yang paling banyak kita jumpai batik itu pada kain dan bisa diolah menjadi berbagi macam pakaian.tidak hanya wanita saja yang bisa memakai baju batik,kaum priapun bisa membuat pakaian batik,seperti kemeja formal maupun kemeja non formal.taplak meja,gordeng dan masih banyak lainya.Selain dari tiga bahan tersebut masih banyak bahan lainya yang juga bisa di batik antara lain spon yang bisa dibuat sandal,atau mainan anak kecil.
batik basa ada kapan saja dan dimana saja,mulai dari tebok rumah,baju tidur tempat tidur,bahkan sampai di acara -acara besar,orang banyak menggunakan batik.

Minggu, 06 Juni 2010

silkscreen

SILKSCREEN
Cetak saring dikenal juga dengan sablon atau serigrafi menciptakan warna padat dengan menggunakan teknik stensil. Mula-mula seniman menggambar berkas pada selembar kertas atau plastik (kadang-kadang dipakai juga film.) Gambar kemudian dilubangi untuk menciptakan stensil. (Bagian yang berlubang adalah bagian yang akan diwarnai.) Sebuah screen dibuat dari selembar kain (asalnya dulu menggunakan sutra) yang direntangkan pada rangka kayu. Selanjutnya stensil ditempelkan pada screen. Kemudian screen diletakkan di atas kertas kering atau kain. Tinta dituangkan di sisi dalam screen. Sebuah rakel dari karet digunakan untuk meratakan tinta melintasi screen, di atas stensil, dan menuju ke kertas atau kain. Screen diangkat ketika gambar sudah ditransfer ke kertas/kain. Tiap warna memerlukan stensil yang terpisah. Screen bisa dipakai lagi setelah dibersihkan.
Alat
Screen atau kain gasa adalah alat untuk mencetak gambar pada benda yang akan disablon. Kain ini berpori-pori sangat halus sehingga menyerupai kain sutra. Lubang pori-pori pada kain ini berfungsi menyaring dan menentukan jumlah tinta yang keluar. Kerapatan lubang pori-pori kain ini di bagi tiga macam, yaitu screen kasar, cocok untuk media yang menyerap banyak air, seperti kaos. Nomor kerapatanya antara 48 T- 90T ( T = Thick , satuan kerapatan dan ketebalan benang-benang screen ). Screen sedang, cocok untuk benda yang tidak menyerap banyak air seperti, kertas dan kulit imitasi, nomor kerapatannya antara 120 T – 150T. Screen halus, cocok untuk benda yang tidak menyerap air seperti plastik, kaca, mika dan barang pecah belah lainya. ,Rakel merupakan alat bantu untuk menerapkan cat sablon yang digunakan pada screen. Rakel ini umumnya di buat dengan bahan sintetik seperti Polyrethane atau Polyviyl. Bahan ini cukup kuat dan tahan akan kelembaban udara sehingga akan lebih awet. Adapun jenis rakel sesuai fungsinya seperti rakel lunak untuk yang memerlukan banyak tinta, rakel keras untuk hasil yang detil dan halus. Bentuk ujung rakel pun ada beberapa jenis, seperti rakel tumpul. rakel bulat, rakel lancip, rakel lancip ujung datar, rakel miring dan rakel kotak. ,Meja digunakan sebagai alas atau dasar dari benda yang akan disablon ,Kipas angin sebagai alat penunjang di perlukan untuk membantu mempercepat pengeringan lapisan afdruk pada proses pembuatan klise, Alat ini dapat digantikan dengan hairdryer , hairdryer akan membantu lebih cepat ketimbang kipas angin karena selain dengan angin Hairdryer juga memanaskan sehingga proses pengeringan akan lebih cepat.Handspray/Penyemprot air ini diperlukan untuk membersihkan model gambar atau film pada screen yang telah di afdruk.
Bahan Pracetak :Digunakan untuk keperluan sablon adalah zat kimia yang di gunakan untuk pembuatan film. Adapun bahannya sebagai berikut
Larutan afdruk merupakan cairan emulsi dan sintizer(bahan peka cahaya) perbandingan campuran kedua bahan ini adalah 9 : 1 . contoh beberapa produk bahan afdruk yang berada di pasaran antara lain Ulano, Photosol, Autosol, Cromalin dan Uno ,Krim deterjen ini digunakan sebagai bahan peluruh sisa-sisa cat dan tinta yang masih tertinggal pada screen . ,Kaporit atau bahan pemutih di gunakan untuk menghapus lapisan afdruk setelah scren rampung di gunakan. ,Secren laquer cairan ini digunakan untuk mengkoreksi hasil afdruk film pada secren. Jika ada bagian yang bocor digunakan cairan ini untuk menambal. ,Perekat sintetik seperti lakban di gunakan utuk menutup daerah non image area. Yang bocor pada screen.
Bahan Cetak :Bahan cetak yang dimaksud disini adalah tinta sablon dan pengencer. Tinta sablon digunakan sebagai materi pokok pembentuk gambar pada sasaran atau media yang akan disablon. Pengencer digunakan untuk pencampur tinta agar kekentalan dapat disesuaikan. Adapun jenis tintanya sebagai berikut:
Jenis Tinta Berdasarkan Pengecer :Tinta yang berbasiskan air disebut dengan tinta Water Base, artinya jika mencetak dengan tinta ini di encerkan atau dicampur dengan air. Sedangkan dengan tinta yang berbasis minyak disebut Tinta Solvant Base, yaitu tinta yang memakai minyak sebagai pengencernya.
Jenis Tinta Berdasarkan Aplikasinya:Jenis tinta berdasarkan ke gunaannya dapat dibagi menjadi dua yakni tinta tekstil dan non tekstil. Untuk tinta tekstil ini kembali dibagi menjadi beberapa bagian yakni tinta timbul dan tidak timbul, jika tinta timbul di gunakan pada hasil cetakannya akan terasa menonjol sedangkan untuk tinta tidak timbul akan terasa rata jika diraba. Sedangkan tinta non tekstil ada beberapa jenis seperti tinta kertas, tinta untuk plastik, tinta kulit, tinta kaca, tinta logam dan tinta kayu. Macam macam tinta non tekstil memiliki sifat yang berbeda sesuai fungsi benda yang menjadi media cetak sablon.
Proses Cetak Sablon
Ada pun tahapan –tahapan yang harus dilalui dalam proses cetak sablon. adalah. :Pembuatan Desain :Dalam memulai sesuatu tentunya harus memiliki rancangan atau desain. Ini untuk memudahkan dalam pembuatanya. Desain ini berupa gambar ataupun text yang menjadi pola cetak sablon. desain cetak sablon ini dapat dibuat dengan manual ataupun digital. Untuk desain manual biasanya menggunakan tinta hitam pekat digambar menggunkan tangan di atas kertas kalkir, ketentuan dalam desain adalah kepekatan tinta dalam gambar harus merata. Sedangkan jika menggunakan desain digital dapat dibuat di komputer dengan menggunakan software grafis seperti Photoshop, atau Corel Draw, hasil olahan gambar ini kemudian di Print di atas kertas kalkir dengan warna hitam putih. Adapun alternatif lain untuk mengganti kertas kalkir dengan memakai kertas HVS tetapi setelah gambar selesai harus di oleskan minyak kelapa, ini berfungsi memberikan agar sinar dapat masuk lewat kertas yang bening pada proses pengafdrukan
Proses afdruk Film ( Eksposing) :Proses afdruk Film adalah proses pemindahan gambar model ke screen dengan menggunakan cahaya ultra violet. Bahan yang dipergunakan adalah larutan emulsi dan sensitizer. Proses afdruk dimulai dari melarutkan cairan emulsi dengan sensitizer dengan perbandingan 9:1 yang kemudian dioleskan secara merata pada kain screen. Kemudian kain screen di keringkan dengan memakai kipas angin atau hairdryer, pada proses ini dilakukan diruang gelap untuk menghindari sinar UV membakar lapisan afdruk, karena jikan kena sinar UV dapat diyakinkan proses ini akan gagal. Setelah proses pengerigan awal ini selesai di lanjutkan proses penyinaran dengan menutup dengan film atau desain yang telah kita buat dengan kertas kalkir tadi. Diatas film diidi dengan kaca agar film tidak bergeser pada waktu penyinaran, dan pada bagian belakang secren disis dengan spon dan kain berwarna gelap untuk menguragi atau meredam sinar UV. Setelah + 1 menit screen di basahi dengan air, pada proses ini disebut dengan proses pengembangan, setelah dibasahi dengan air dan larutan kimianya telah bersih dibiarkan sesaat sebelum dibersihkan dengan mengunakan hairspray. Hairsepray ini berguna untuk merapikan dan membersihkan dari sisa-sisa larutan afdruk pada bagian Image area, proses selanjutnya adalah mengkoreksi gambar dengan secren laquer untuk menutup Image area yang tidak diinginkan menjadi non Image area. Proses terakhir dalam mengafdruk filam adalah penyinaran akhir untuk finishing, setelah film selesai di afdruk dan di koreksi dibiarkan kering sebelum digunakan.

Menyablon :Persiapan dalam proses penyablonan adalah pemasangan secren pada media, seteah secren terpasang dengan tepat barulah mulai dengan proses pemulasan cat, dalam proses pewarnaan diusahakan untuk mendahulukan warna terang yang berlajut ke warna gelap, setelah cat dipulaskan secara merata dengan rakel secren kemudian di angkat dan hasilnya di keringkan sebelm melajutkan kewarna lainya.

aquatint

AQUATINT


Pengertian
Aquatint merupakan teknik seni grafis intaglio, sebuah variasi dari etsa.
seni grafis intaglio membuat tanda pada matriks (dalam kasus aquatint, sebuah pelat tembaga atau seng) yang mampu menahan tinta. Plat bertinta dipres melalui percetakan bersama-sama dengan selembar kertas, sehingga tinta tercetak ke kertas. Hal ini dapat diulang beberapa kali, tergantung pada teknik tertentu.
Seperti etsa, aquatint menggunakan aplikasi asam untuk membuat tanda pada lempeng logam. Dimana teknik etsa menggunakan jarum untuk membuat garis yang mencetak dalam warna hitam (atau apa pun warna tinta yang digunakan), aquatint menggunakan bubuk resin atau gondorukem yang tahan asam dalam tanah untuk menciptakan efek tonal. Variasi tonal dikontrol oleh tingkat paparan asam di daerah yang luas, dan dengan demikian gambar dibentuk oleh bagian besar pada suatu waktu. Teknik lain tonal, mezzotint, dimulai dengan permukaan plat yang merata indentasi sehingga akan menghasilkan tekstur yang cukup gelap, kemudian mengurangi tinta dan dengan demikian mencetak lebih terang, atau, dimulai dengan plat halus , daerah yang kasar untuk membuat mereka lebih gelap, atau, kedua teknik dapat digabungkan.

Teknik aquatint

aquatint dimulai dengan pelat tembaga atau seng. Seniman melarutkan bubuk resin atau bubuk gondorukem ditaburkan langsung ke permukaan plat.
plat tersebut kemudian dipanaskan, jika piring ditutupi dengan bubuk, resin mencair , Sekarang pelat dicelup dalam asam, menghasilkan tingkat yang lebih halus dan korosi yang cukup untuk menahan tinta. kertas itu akan menampilkan warna abu-abu lebih atau kurang langsung di antara dan hitam kemudian mulai merendam piring di bak asam, semakin berhenti keluar (melindungi dari asam) setiap wilayah yang telah mencapai tonalitas dirancang.tekstur tersebut dikombinasikan dengan elemen garis yang terbatas, memberikan aquatints melihat, khas berair. Juga, aquatints, seperti mezzotints, memberikan kemudahan dalam menciptakan daerah besar nada tanpa susah payah lintas menetas, tetapi plat aquatint, diketahui, umumnya lebih tahan lama dari piring mezzotint.
Yang pertama harus etch untuk waktu singkat (30 detik untuk 1 menit, dengan variasi yang luas tergantung pada bagaimana tekstur ringan ). Sebuah benda uji dapat dilakukan dengan waktu etsa dicatat, sebagai kekuatan ETSA akan bervariasi. Lebih dari tiga puluh menit harus menghasilkan sebuah wilayah yang sangat gelap. Etsa selama berjam-jam (hingga 24) akan gelap seperti etsa selama satu jam, tetapi etch mendalam akan menghasilkan mengangkat tinta di atas kertas.
printmakers Kontemporer sering menggunakan spraypaint(pilok) bukan bubuk(gondorukem).

DRYPOINT

DRYPOINT



Pengertian
Drypoint adalah sebuah teknik seni grafis (intaglio), di mana gambar dituangkan ke lempeng tembaga atau seng dengan ujung jarum. Seperti etsa, drypoint lebih mudah bagi seorang seniman terlatih dalam menggambar yang menguasai ukiran, sebagai teknik penggunaan jarum lebih dekat untuk menggunakan pensil daripada alat pengukir.
Garis diproduksi dengan mencetak sebuah drypoint sebenarnya dibentuk olehujung jarum yang tajam, selain depresi terbentuk di permukaan lempeng. Sebuah jarum yang lebih besar, dibentuk oleh sudut curam alat ini, akan terus banyak tinta, menghasilkan garis, bersifat lembut padat yang membedakan drypoint dari metode intaglio lainnya seperti etsa atau ukiran yang halus hasilnya, bermata garis keras. Ukuran atau karakteristik lubang goresan biasanya tidak bergantung pada berapa banyak tekanan diterapkan, namun pada sudut jarum

Sejarah
Teknik ini tampaknya telah diciptakan oleh Housebook Master, seorang seniman Jerman selatan abad kelima belas, semua yang di cetak drypoint saja. Di antara artis yang paling terkenal dari master cetak adalah Albrecht Dürer memproduksi 3 drypoints sebelum meninggalkan teknik Rembrandt van Rijn Harmenszoon sering digunakan, tetapi biasanya dalam hubungannya dengan etsa dan ukiran. Seperti teknik intaglio , mereka semua dapat digunakan pada plat yang sama. Alex Katz menggunakan proses ini untuk membuat beberapa karya yang terkenal, seperti "Sunny" dan "Perenang".
Pada abad ke-20, banyak seniman memproduksi drypoint, termasuk Max Beckmann, Milton Avery, dan Paul Hermann. Dengan menambahkan aquatint, pekerjaan pada pelat dan tinta dengan berbagai warna, artis seperti Maria Cassatt telah menghasilkan drypoint warna. Kanada artis David Brown Milne dikreditkan sebagai yang pertama untuk memproduksi drypoints diwarnai oleh penggunaan beberapa plat, satu untuk setiap warna.

Jenis-jenis jarum
Setiap benda tajam secara teoritis dapat digunakan untuk membuat sebuah drypoint, asalkan dapat digunakan untuk mengukir garis ke logam. Peralatan Kedokteran Gigi, kuku, dan file logam semua dapat digunakan untuk menghasilkan drypoints. Namun, beberapa jenis jarum diciptakan khusus untuk drypoints lebih disukai:
- jarum Diamond-tipped :mengukir dengan mudah melalui logam apapun dan tidak perlu mengasah, tetapi mereka mahal.
- Carbide berujung jarum baja :juga dapat digunakan untuk efek yang besar, dan lebih murah daripada berlian-tip, tetapi mereka sering perlu mengasah untuk mempertahankan titik yang tajam. jarum Steel secara tradisional digunakan.



Proses Cetak

Percetakan pada dasarnya adalah sama dengan teknik intaglio lainnya, tapi perawatan ekstra diambil untuk menjaga lubang goresan itu. Setelah gambar selesai, atau paling tidak siap untuk membuktikan, penggrafis mengoleskan tinta ke plat dengan pengoles. Begitu plat sudah benar-benar tertutup dengan lapisan tipis, sebuah kain digunakan untuk menghapus tinta berlebihan, dan kertas (biasanya halaman dari buku telepon lama atau koran) dapat digunakan untuk menyapu wilayah gambar paling ringan . Setelah jumlah yang diinginkan tinta dihapus, plat dijalankan(di pres) menggunakan alat pengepres etsa bersama dengan selembar kertas basah(lembab) untuk menghasilkan cetakan.

ETSA

Pengertian

Etsa adalah bagian dari kelompok teknik intaglio bersama dengan engraving, drypoint, mezzotint dan aquatint. Proses ini diyakini bahwa penemunya adalah Daniel Hopfer (sekitar 1470-1536) dari Augsburg, Jerman, yang mendekorasi baju besinya dengan teknik ini. Etsa kemudian menjadi tandingan engraving sebagai medium seni grafis yang populer. Kelebihannya adalah, tidak seperti engraving yang memerlukan ketrampilan khusus dalam pertukangan logam, etsa relatif mudah dipelajari oleh seniman yang terbiasa menggambar.

Cetakan

Hasil cetakan etsa umumnya bersifat linear dan seringkali memiliki detail dan kontur halus. Garis bervariasi dari halus sampai kasar. Teknik etsa berlawanan dengan teknik cukil kayu, pada etsa bagian permukaan tinggi bebas tinta, bagian permukaan rendah menahan tinta. Mula-mula selembar plat logam (biasanya tembaga, seng atau baja) ditutup dengan lapisan semacam lilin. Kemudian seniman menggores lapisan tersebut dengan jarum etsa yang runcing, sehingga bagian logamnya terbuka. Plat tersebut lalu dicelupkan dalam larutan asam atau larutan asam disapukan di atasnya. Asam akan mengikis bagian plat yang digores (bagian logam yang terbuka/tak terlapisi). Setelah itu, lapisan yang tersisa dibersihkan dari plat, dan proses pencetakan selanjutnya sama dengan proses pada engraving.

Seniman

Seniman yang menggunakan teknik ini: Albrecht Dürer, Rembrandt, Francisco Goya, Whistler, Jim Dine, Otto Dix, James Ensor, Lucian Freud, Paul Klee, Einar Hakonarson, Edward Hopper, Horst Janssen, Käthe Kollwitz, Mauricio Lasansky, Brice Marden, Henri Matisse, Giorgio Morandi, Pablo Picasso, Peter Milton, Paula Rego and Cy Twombly.

Sabtu, 05 Juni 2010

seni grafis


Seni grafis adalah salah satu bidang seni rupa yang bergerak pada bidang pencetakan, baik pencetakan yang berupa teknik manual maupun yang sudah digital, diantara keduanya sama-sama grafis istilahnya namun dalam takaran seni perlu dibahas lebih lanjut. Seni grafis secara kasar dapat digolongkan ke dalam salah satu seni murni, hal ini didasarkan atas tujuan dan fungsi yang dibawa,yaitu untuk memenuhi kepuasan atau untuk mengekspresikan diri. Adapun jika tujuan itu sudah bergeser dari tujuan awal untuk memenuhi kepuaasan atau mengekspresikan diri,maka timbul pertanyaan apakah seni grafis tersebut dapat digolongkan kedalam seni murni atau seni terapan?,hal ini perlu dikaji lebih lanjut.

Perkembangan dunia percetakan tidak dapat dipungkiri telah berjalan dengan cepat. Meski demikian secara dasar teknik-teknik yang dipergunakan sama dengan berbagai teknik yang sudah lama digunakan seperti relief print, intaglio print, dsb, hanya saja ada beberapa aplikasi baru yang dapat digunakan dalam pembuatan seni grafis yang tidak jarang hasil yang dicapai lebih memuaskan. Aplikasi tersebut berupa pemanfaatan media komputerisasi sebagai sarana desain juga sarana pemudah pencetakan melalui digital printing.

Pemanfaatan media komputeisasi ini merupakan pemicu awal munculnya anggapan bahwa seni grafis mulai bergeser dari fungsi awalnya sebagai seni murni menjadi fungsi seni terapan bersanding dengan seni kriya dan desain. Anggapan pergeseran ini didasarkan pada tujuan pembutan karya itu sendiri, dengan munculnya media komputer maka kemudahan dalam hal pencapaian kuantitas yang diinginkan semakin menjanjikan sehingga semakin menggiurkan para seniman grafis ( pada mulanya) untuk terjun dalam dunia marketing. Selain dikuatkan oleh berbagai kemudahan tersebut pergeseran juga didorong oleh kebutuhan hidup yang semakin pelik disertai penyediaan peralatan untuk komputerisasi yang tidak murah.

Namun dalam hal ini tidak semuanya teknik grafis dapat dipukul rata dengan komputerisasi secara absolut, ada tiga teknik dari 4 teknik yang tidak dapat menggunakan teknik komputerisasi, yaitu teknik cetak tinggi, cetak dalam, dan cetak datar. Adapun cetak sablon dapat diganti dengan komputerisasi dikarenakan konsep dasar sablon adalah penciptaan karya 2 D tanpa tekstur, dan tanpa degradasi yang detail yang kesemua itu dapat dilakukan oleh komputer dengan mudah dan hasil yang lebih memuaskan (memakai software pendukung seperti corel,adobe,auto cad,dsb)
Teknik cetak tinggi, cetak dalam, dan cetak datar tidak dapat dipukul rata dengan sistem komputerisasi karena ketiganya memiliki ciri khusus yang tidak dapat digantikan fungsinya oleh komputer , meskipun dapat digantikan maka akan mempunyai karakteristik sendiri. Ciri- ciri khusus tersebut antara lain adalah ketiganya memiliki unsur tekstur,dan unsur goresan alamiah yang dihasilkan oleh acuan serta efek warna yang dapat diolah secara khusus oleh seniman dengan gayanya sendiri tentunya. Selain itu ada ciri khusus yang sifatnya dilandaskan pada kerumitan dan usaha keras yang dilakukan untuk menghasilkan karya grafis yang spektakuler, kerumitan dan usaha keras ini dapat mencangkup semua jenis teknik sebab kerumitan selalu disandarkan pada hal yang sifatnya manual dari pada otomatis (komputer).
Guru besar Seni Grafis Institut Teknologi Bandung (ITB) Prof Setiawan Sabana, mengungkapkan,”
berkembangnysa seni rupa, khususnya seni grafis, tidak independen. Banyak faktor lain yang memengaruhi, terutama infrastruktur atau teknik dan bahan dasar pembentuk media seni. “
Setiawan menegaskan,” seni grafis “berhak” berkembang dan sejajar dengan seni rupa lainnya. Seni tidak bisa dikotak-kotakkan dalam arus utama tertentu. “Janganlah kita batasi dan persoalkan medianya. Yang penting, isinya. Seni grafis yang konvensional sekalipun tidak bisa menutup diri dari perubahan zaman. Kontemporerisasi menjadi pilihan. Sebab, sejatinya negara ini memang tidak punya akar tradisi seni grafis. Kalau kita terus mengacu ke Eropa, kapan kita akan mengejar,” (kompas, 20 Maret 2007)

Sehingga dalam kaitannya dengan media yang dipakai dalam pengungkapan kreatifitas seni grafis seharusnya tidak perlu diperdebatkan, yang utama adalah seni grafis yang meng-indonesia.
Kajian singkat di atas adalah secarik pembahasan terkait muncullah istilah seni murni dan seni terapan. Keduanya adalah sama-sama seni hanya saja karena perbedaan tujuan dan perkembangan teknologilah istilah tersebut muncul. Teknologi adalah ikon terpenting yang memunculkan istilah tersebut. Teknologi adalah ikon modern, juga modernisasi. Semakin canggih teknologi semakin modern, dan itulah modernisasi. Modernisasi adalah sebuah upaya menyesuaikan kebiasaan dengan konstelasi ( gaya atau tren) dunia (Jim Supangkat). Konstelasi abad modern pada awalnya didominasi pemikiran Eropa Barat dan Amerika. Namun dalam era globalisasi, formasi konstelasi dunia ditentukan pola perkembangan negara-negara maju. Kedua tahap itu pada kenyataannya mengakibatkan sebuah penyeragaman dunia.
Seni grafis secara tidak langsung ( pada teknik tertentu) mulai menjamah modernisasi ( seni grafis modern). Hal ini ditandai dengan munculnya teknik-teknik kreatif baru sebagaimana Rolf Nesch (1893-1975), yang mendapat pengakuan internasional untuk teknik grafis logam, dan artis Sámi John Savio (1902-1938), dengan cetakan kayunya. Stanley Hayter Atelier 17 di Paris, yang berspesialisasi dalam teknik mencetak banyak warna hanya dengan menggunakan satu pelat. Berbagai teknik baru mulai diperkenalkan pada tahun 1970, termasuk cetakan di atas kain sutra, dan kebangkitan seni sketsa baik yang mengandung arti kiasan maupun tidak. Tahun 1970 seringkali dianggap sebagai jaman keemasan seni grafis, Nama yang patut diperhitungkan dalam beberapa tahun terakhir termasuk Bjørn-Willy Mortensen (1941-1993), Per Kleiva (b1933) dan Anders Kjær (1940). (http://www.norwegia.or.id/culture/painting/graphic/graphic.htm)
Dengan munculnya seni grafis modern maka ajang kreatifitas seniman garfis tidak dapat dibendung karena konsep dasar seni modern adalah unsur kreatifitas untuk memunculkan sesuatu yang baru. Sehingg a peluang kemunculan seni grafis terapan semakin besar. Hal ini ditandai dengan kemunculan omzet digital printing dan sablon yang digelar dalam pasar komersial. Padahal konsep dasar seni (termasuk seni rupa- seni grafis-) terkait estetika seni itu sendiri terletak pada nilainya, sedang nilai itu tidak dapat dikurskan dalam bentuk nominal secara pasti karena nilai itu adalah hal abstrak yang tidak memiliki batasan. Kalaupun karya seni itu dapat dipasarkan maka harga yang didapat adalah biaya operasional dan ongkos seniman atau pencipta, bukan harga dari nilai yang dimiliki karya tersebut. Selain hal itu terdapat manipulasi nilai karya seni grafis yang semakin mempertajam munculnya seni grafis terapan yaitu karya yang disandarkan pada permintaan pasar bukan pada kepuasan ekspresi pencipta.

Penggolongan Seni Grafis Berdasarkan Teknik
Penggolongan seni grafis berdasarkan teknik ini dikarenakan perbedaan acuan dan persyaratan yang harus dimiliki masing-masing teknik. Adapun teknik-teknik tersebut adalah teknik cetak tinggi ( Relief Print), teknik seni cetak datar (Surface screen), teknik cetak dalam ( intaglio print) dan tekni cetak saring( silk -screen).


bimumet


BIMUMET ( bimo mumet)

hardboardcut on canvas
100x80cm
2010
Rp. 500.000

kartini vs me


kartini vs me

hardboardcut,handcoloring on canvas

40x50cm

2010

Rp. 100.000

seni


ehm. . seni itu indah, ,indah banged.!. yang enggak bisa baca tulis bisa berkomunikasi dengan gambar. .yang lagi sedih. .senang .bisa diutrakan dengan bermusik atau menyanyi .. .yang sedang bertengkar. .patah hati. .marah. . itu ekting kale. .hehe!Hidup seni . .terutama seni rupa,seni murni ,seni grafis. CUKIL!!